Rita Komalasari on June 4th, 2010

Abstrak

Berdasarkan data hasil penelitian yang berhasil dihimpun Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM ) IPB, sejak 1983 -2008 telah dilakukan sebanyak 1557 judul penelitian yang didanai oleh Departemen Pendidikan Tinggi (DIKTI) sebanyak 903 judul, Operasional dan Pemeliharaan Fasilitas (OPF) sebanyak 460 judul dan Departemen Pertanian (DEPTAN) sebanyak 194 judul.  Dari 1557 judul, penelitian  yang berkaitan dengan Ilmu Perpustakaan hanya ada 5 (lima) judul. Dalam tulisan ini penulis mencoba menganalisis, dan merumuskan hasil kajian penelitian yang dihimpun dan dikoordinir oleh LPPM IPB.  Disamping itu dibahas pula berbagai aspek yang mempengaruhi rendahnya penelitian yang berkaitan dengan Ilmu Perpustakaan dibandingkan dengan ilmu-ilmu lainnya.

PENDAHULUAN

Institut pertanian Bogor, sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu program pemerintah dalam pengembangan pertanian di Indonesia. Untuk mendukung peranan tersebut, tentunya dibutuhkan berbagai upaya agar ilmu yang digali, dapat disebarkan dan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat. Moto Mencari dan memberi yang terbaik, seyogyanya dapat diimplementasikan guna kepentingan masyarakat Indonesia.

Perpustakaan IPB, sebagai salah satu unsur penunjang di Institut Pertanian Bogor, mempunya peran yang sangat penting pula. Tidaklah salah jika dikatakan bahwa Perpustakaan adalah jantungnya Perguruan Tinggi Negeri, yang turut mempengaruhi denyut perkembangan penelitian dan penyebaran informasi. Apalagi Perpustakaan IPB pernah ditunjuk sebagai Pusat Layanan Disiplin Ilmu (PUSYANDI) di bidang pertanian oleh DIKTI. Dengan demikian Perpustakaan mempunyai peran strategis dalam membantu civitas akademika mencari informasi dan melakukan  penelitian.

ILMU PERPUSTAKAAN

Ilmu Perpustakaan (Inggris: library science) adalah bidang interdisipliner yang menggabungkan ilmu sosial, ilmu hukum, dan ilmu terapan untuk mempelajari topik yang berkaitan dengan perpustakaan. Ilmu perpustakaan ini mempelajari mengenai cara pengumpulan, pengorganisasian, pengawetan, dan penyebarluasan sumber informasi pada umumnya. yang ada di suatu perpustakaan, serta berkaitan dengan nilai ekonomi dan politis (wikipedia.org.)

Pada mulanya Ilmu Perpustakaan lebih membahas mengenai ilmu pengarsipan. Hal ini berkaitan dengan cara penataan sumber informasi dengan sistem klasifikasi perpustakaan dan teknologi untuk mendukung maksud ini. Topik ini juga berkaitan dengan bagaimana pengguna jasa informasi ini mengakses, menelusuri, dan memanfaatkan informasi. Dan satu aspek lagi yang tidak kalah penting adalah etika dalam penataan dan pelayanan informasi, serta status legal dari suatu perpustakaan sebagai sumber informasi.

PENELITIAN ILMU PERPUSTAKAAN DI IPB PERIODE 1980 – 2008

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dan diinput ke dalam database, cukup banyak penelitian yang telah dilakukan, mencakup berbagai disiplin ilmu, terutama Ilmu Pertanian dalam arti luas. Ada pula staf yang meneliti Ilmu Perpustakaan dan komputer, tapi dengan persentase yang amat sedikit dibandingkan penelitian-penelitian bidang ilmu lainnya. Penelitian bidang Ilmu Perpustakaan masih amat sedikit, hal dimungkinkan karena dasar ilmu yang dikembangkan di IPB adalah ilmu-ilmu Pertanian, sehingga skala prioritas ditekankan pada penelitian dosen-dosen yang berkaitan dengan ilmu pertanian dalam arti luas. Disamping itu, karena kurangnya informasi  yang sampai ke perpustakaan mengenai adanya Penelitian yang dibiayai/didanai oleh Pemerintah seperti DIKTI/OPF/DEPTAN. Untuk lebih jelasnya, data hasil penelitian IPB yang telah dilakukan sejak tahun 1980 hingga tahun 2008 berdasarkan Fakultas, Sumber dana dan Bidang Ilmu, disajikan pada tabel berikut :

TABEL 1. HASIL PENELITIAN IPB PERIODE 1980 s/d 2008 DIKELOMPOKKAN   BERDASARKAN FAKULTAS

FAKULTAS KODE JUMLAH JUDUL PERSENTASE
Pertanian A 283 18,176
Kedokteran Hewan B 214 13,744
Perikanan dan Ilmu Kelautan C 287 18,433
Peternakan D 164 10,533
Kehutanan E 116 7,450
Teknologi Pertanian F 223 14,322
Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam G 232 14,900
Ekonomi dan Manajemen H 17 1,092
Ekologi Manusia I 21 1,349
Total 1557 100,00

Sumber: Diolah dari Data LPPM IPB tahun 2009

TABEL 2. HASIL PENELITIAN IPB PERIODE 1980 s/d 2008 DIKELOMPOKKAN  BERDASARKAN SUMBER DANA

SUMBER DANA JUMLAH JUDUL PERSENTASE
Departemen Pendidikan Tinggi (DIKTI) 903 57.990
Operasional dan Pemeliharaan Fasilitas (OPF) 460 29.540
Departemen Pertanian (DEPTAN) 194 12.470
Total 1557 100,00

Sumber: Diolah dari Data LPPM IPB tahun 2009

TABEL 3. HASIL PENELITIAN IPB PERIODE 1980 s/d 2008 DIKELOMPOKKAN BERDASARKAN BIDANG ILMU

BIDANG ILMU JUMLAH JUDUL PERSENTASE
Gizi 44 2,826
Manajemen Hutan 18 1,156
Ilmu Tanah 35 2,248
Pemuliaan Tanaman 12 0,771
Ekologi 19 1,220
Bioteknologi 96 6,166
Budidaya Ternak 9 0,578
Biokimia 25 1,606
Parasitologi 36 2,312
Teknologi Penangkapan Ikan 11 0,706
Teknologi Hasil Perikanan 15 0,963
Nutrisi ternak 38 2,441
Sosek pertanian 39 2,505
Lansekap 2 0,128
Teknik Kayu 19 1,220
Agroforesty 26 1,670
Pertanian 207 13,295
Bioriset 3 0,193
Ilmu Pangan 13 0,835
Biologi 69 4,432
Genetika 25 1,606
Fisiologi 27 1,734
Meteorologi 14 0,899
Kimia 66 4,239
Sosek Peternakan 20 1,285
Komunikasi 6 0,385
Sisten Informasi 17 1,092
Parasitologi 36 2,312
Teknologi Benih 17 1,092
Hama dan Penyakit 28 1,798
MIPA 6 0,385
Reproduksi 16 1,028
Farmakologi 16 1,028
Kesmavet 17 1,092
Perikanan 112 7,193
Virologi 10 0,642
Aquakultur 25 1,606
Limnologi 9 0,578
Peternakan 67 4,303
Ilmu Perpustakaan 5 0,321
Konservasi Sumberdaya Hutan 17 1,092
Manajemen Hutan 18 1,156
Teknologi Hasil Hutan 19 1,220
Komputer 3 0,193
Mikrobiologi 19 1,220
Pengawasan Mutu 3 0,193
Budidaya Ternak 9 0,578
Zoologi 8 0,514
Penyuluhan 7 0,450
Sanitasi Lingkungan 7 0,450
dll 241 15,478
Total 1557 100,00

Sumber: Diolah dari Data LPPM IPB tahun 2009

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari data di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa, Fakultas yang paling banyak melakukan penelitian yaitu Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dengan penelitian sebanyak 287 judul (18.433%) diurutan kedua adalah Fakultas Pertanian sebanyak 283 judul (18,176%) sedangkan Fakultas yang paling sedikit penelitiannya adalah Fakultas Ekonomi dan Manajemen dengan penelitian sebanyak 17 judul (1,092%). Hal ini dikarenakan Faperta dan FPIK adalah Fakultas yang paling lama/paling tua di IPB, disamping itu pula, relevansi antara penelitian dan bidang ilmu, juga mempengaruhi diterimanya atau tidaknya suatu penelitian didanai oleh Pemerintah. Sedangkan Fakultas Ekonomi dan Manajemen adalah Fakultas yang baru berdiri tahun 2007 di IPB, sehingga wajar bila jumlah penelitiannya masih sedikit (1,092%).  Penyandang dana terbesar dalam penelitian yang dilakukan di IPB adalah Departemen Pendidikan Tinggi (DIKTI) sebesar 903 judul penelitian (57.990%), diikuti oleh OPF sebesar  460 judul penelitian (29.540%) dan terakhir dari Departemen Pertanian (DEPTAN) sebesar 194 penelitian (12.470%). Dari data di atas dapat dilihat pula bahwa penelitian bidang ilmu  pertanian menduduki peringkat teratas yaitu 13,295%, sedangkan urutan kedua adalah penelitian bidang ilmu perikanan sebesar  7,193%. Penelitian Bidang Ilmu perpustakaan menduduki urutan terendah kedua setelah  bidang ilmu Pengawasan Mutu yaitu, sebanyak 5 judul penelitian (0,321%). Jadi selama kurun waktu 24 tahun (1983 -2007) Ilmu Perpustakaan mendapat hibah dana penelitian sebanyak 5 judul saja (0,321%). Jika dikaji  lebih dalam lagi, banyak faktor yang menyebabkan rendahnya jumlah judul penelitian bidang Ilmu Perpustakaan. Faktor-faktor tersebut dapat  diuraikan lebih rinci yaitu:

  1. Informasi dari pemerintah tentang kesempatan mendapat dana penelitian tidak tersebar secara merata ke semua unit kerja;
  2. Kesempatan untuk melakukan penelitian bidang Ilmu Perpustakaan masih amat sedikit
  3. Waktu penelitian yang diberikan terlalu singkat, sehingga sulit melaksanakannya;
  4. Persyaratan administrasi yang dirasa terlalu kompleks;
  5. Birokrasi yang kurang mendukung;
  6. Materi penelitian dianggap kurang relevan;
  7. Prioritas utama adalah penelitian bidang pertanian dalam arti luas;
  8. Masih sedikit Pustakawan yang berani melakukan penelitian bidang Ilmu Perpustakaan;
  9. Pustakawan kurang diberdayakan untuk melakukan penelitian;
  10. Inovasi dan terobosan-terobosan bidang Ilmu Perpustakaan belum dihargai sepenuhnya;
  11. Kompetensi Pustakawan dalam membuat tulisan, kemampuan menganalisis masalah, jika dibanding  dengan Dosen/peneliti dianggap belum memadai;

Selain faktor-faktor di atas, ternyata ada keterkaitan yang sangat erat antara jumlah penelitian ilmu perpustakaan dengan kemampuan menulis dari Pustakawan. Salah satu faktor mendasar yang turut mempengaruhi penelitian tentang ilmu perpustakaan adalah kemampuan menulis. Hal ini dipaparkan  oleh Sulityo Basuki dalam Visi Pustaka Vol.11 No.1 – April 2009, bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan pustakawan belum menghasilkan karya tulis/karya ilmiahnya, antara lain:

1. kebanyakan pustakawan waktunya habis tersita hanya untuk mengerjakan pekerjaan rutin harian yang sifatnya monoton

2. minat baca pustakawan yang masih rendah, sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan menulis

3. kemauan pustakawan untuk mengembangkan diri sangat kurang, dan hanya puas dengan apa yang telah dilakukannya selama ini

4. kurangnya pustakawan mengikuti berbagai pelatihan dan bimbingan teknik penulisan karya tulis/karya ilmiah

5. pustakawan yang merasa `rendah diri’ menganggap profesinya belum diakui masyarakat secara luas, sehingga menyebabkan rasa pesimis jika harus berkompetisi maupun berkolaborasi dengan profesi lain untuk menulis

6. kurangya terbitan publikasi mengenai perpusdokinfo di Indonesia yang menampung aspirasi pustakawan

7.   faktor latar belakang pendidikan pustakawan baik secara formal maupun informal

8.  kurangnya pustakawan dalam mengikuti perkembangan informasi, sehingga kurang respon terhadap perubahan.

9.   kurangnya dukungan dari unsur pimpinan terkait dalam memotivasi pustakawan untuk    menulis

10.  penguasaan bahasa asing yang masih rendah, sehingga pustakawan merasa tidak   mampu menulis terutama jika harus merujuk pada literatur yang berbahasa asing.

Jika dikaji lebih dalam lagi, faktor-faktor pembatas seperti di atas selayaknya sudah dapat diatasi, asalkan ada kemauan dari Pustakawan untuk membuat tulisan yang berbobot dan berkualitas. Memang tidaklah gampang untuk membuat tulisan, tidak semudah membalikkan tepak tangan. Semuanya memerlukan proses dan latihan terus-menerus, rajin membaca dan sigap menangkap peluang.  Sebenarnya Pustakawan di setiap lini (Pustakawan terampil maupun Pustakawan Ahli), harus banyak bersyukur. Jika mau bercermin, sesungguhnya Pustakawan sangat beruntung bekerja di tempat sumber informasi. Informasi apa saja bisa didapatkan asalkan ada kemauan. Ibarat pepatah, dimana ada kemauan di situ pasti ada jalan. Pustakawan telah berada di pusat/sumber informasi, seyogyanya mampu membaca, mengolah, menganalisis informasi yang ada dan menuangkannya ke dalam suatu tulisan. Seyogyanya tidak ada lagi alasan yang tercetus, bahwa menulis itu sulit, informasi masih terbatas, sumber rujukan tidak lengkap, atau berbagai alasan lainnya yang menghambat pustakawan untuk berkarya dalam tulisan. Ditengah-tengah limpahan informasi yang dapat diakses secara manual maupun elektronik, seyogyanya Pustakawan mampu membuat tulisan berdasarkan fakta dan data yang tersedia. Tidak adalagi alasan bagi Pustakawan merasa tidak mampu membuat tulisan. Ibarat pepatah tikus mati di lumbung padi. Jangan sampai hal itu terjadi kepada Pustakawan.  Di tengah hamparan informasi namun tidak bisa berkreasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah-langkah strategis, dan objektif dan faktual, agar motivasi Pustakawan untuk membuat tulisan, dapat dibangkitkan kembali.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM-IPB), didapatkan hasil bahwa penelitian Ilmu Perpustakaan yang telah dilakukan di IPB, sejak tahun 1983 – 2007 hanya ada 5 judul (0.531%) yang telah didanai oleh DIKTI/OPF/DEPTAN. Hal ini terjadi karena berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Namun jika dikaji lebih dalam lagi, seyogyanya, Pustakawan IPB mampu menelorkan tulisan-tulisan yang berkualitas dan berbobot sesuai kompetensinya. Karena Perpustakaan adalah sumber informasi, dimana informasi apapun bisa didapat, digali, dianalisa dan dituangkan ke dalam sebuah tulisan yang bermanfaat bagi pengembangan Pustakawan khususnya dan bagi Perpustakaan umumnya.

Saran yang dapat diterapkan oleh Pustakawan agar mau berkarya dan menuangkan gagasan-gagasannya dalam sebuah tulisan  adalah sebagai berikut:

  • Memberikan motivasi kepada Pustakawan di semua jenjang agar gemar membaca dan membuat tulisan;
  • Memberikan pelatihan menulis kepada Pustakawan, tanpa membedakan pangkat dan jabatannya;
  • Memberikan apresiasi kepada Pustakawan yang rajin menulis;
  • Mengadakan lomba menulis, di tingkat institusi ataupun unit kerja dan mendorong Pustakawan untuk mengikuti lomba menulis skala nasional dan internasional;
  • Memberikan akses informasi seluas-luasnya untuk dikaji, dianalisa dan dituangkan ke dalam tulisan yang berbobot dan berkualitas;
  • Menerbitkan wadah yang dapat digunakan oleh Pustakawan menuangkan tulisannya seperti, Jurnal atau Bulettin dengan manajemen yang baik dan profesional;
  • Terus memantau kegiatan pengembangan profesi terutama menulis, dalam setiap laporan kegiatan yang dikumpulkan Pustakawan setiap tahunnya;
  • Mengadakan pertemuan reguler yang dapat dijadikan sarana untuk mendiskusikan hasil tulisan, baik yang bersifat ilmiah, semi ilmiah maupun populer.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Institut Pertanian Bogor (2002). Profil UPT Perpustakaan Institut Pertanian Bogor.
  2. Institut Pertanian Bogor (2004).  Perpustakaan IPB Memasuki Era Digital dan Virtual. IPB Press Bogor
  3. Institut Pertanian Bogor (2005). Perkembangan Perpustakaan di Indonesia. IPB Press Bogor
  4. Institut Pertanian Bogor (2009). Hasil Penelitian untuk tahun 1980 – 2008. Lembaga Penelitian dan pengabdian Masyarakat IPB
  5. 5. http://www.usu.ac.id. (2009). Modul Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi, diakses 16-12-2009
  6. Sulistyo Basuki (2009). Menumbuhkan Motivasi Menulis Bagi Pustakawan.  Visi Pustaka Vol.11 No.1 – April 2009 (majalah online, diakses 15-12-2009)
  7. http://www. id.wikipedia.org. Ilmu Perpustakaan, diakses tgl 16-12-2009

Tags: , , , , , , , , , ,

Rita Komalasari on June 3rd, 2010

Bahan-DRESSING

BAHAN KETERANGAN
KECAP MANIS 200 ML
KECAP ASIN 1O SENDOK MAKAN
KECAP IKAN 5  SENDOK MAKAN
BAWANG PUTIH 3 SIUNG
DAUN SALAM 5 LEMBAR
MINYAK WIJEN 10 SENDOK MAKAN
BIJI WIJEN DISANGGRAI 3 SENDOK MAKAN
AIR/kaldu 50 ML
GULA PASIR/GULA MERAH SECUKUPNYA
ROYKO SAPI SECUKUPNYA/JIKA SUKA

CARA MEMBUAT

HALUSKAN BAWANG PUTIH, TUMIS (DENGAN 2 SENDOK MAKAN MINYAK WIJEN ) HINGGA HARUM,  MASUKKAN  AIR, DAUN SALAM KECAP MANIS, KECAP IKAN, KECAP ASIN DAN  GULA. MASAK HINGGA MENDIDIH, LALU MASUKKAN MINYAK WIJEN DAN BIJI WIJEN. ADUK2 SEBNTAR LALU MATIKAN APINYA.

CARA PENYAJIAN

  • SIAPKAN  DAGING sapi has dalam, FILLET AYAM , BASO IKAN, BASO SAPI, TAHU SUTRA, UDANG, CUMI-CUMI, IKAN TUNA, SOSIS, SAYUR-SAYURAN (Sawi putih, cesim, bokcoy, brokoli dan lain-lain sesuai selera). Semua bahan dicuci bersih
  • Iris tipis-tipis daging has dan fillet ayam, siapkan dalam piring saji
  • Rebus air hingga mendidih, masukkanBahan bahan yang telah disiapkan, terakhi r masukkan sayuran.
  • Tuangkan dressing shabu2 ke dalam mangkuk kecil tambahkan sambal rawit atau sambal botol jika suka., Ambil bahan shabu2 yang telah matang, lalu celupkan   daging has/ayam Tahu, sayuran  dll, nikmati selagi hangat.

Selamat mencoba

Tags: , ,

Rita Komalasari on May 31st, 2010
Marilah kita jalin  sentuhan lembut persaudaraan yang  terukir, terpatri di dalam qalbu yg suci, yang jauh dari iri & dengki.
Janganlah  hanyut dalam gelombang nafsu, dendam dan angkara murka.
Semoga bunga-bunga persahabatan dan persaudaraan nan berkah,  bertaburan bak bintang dilangit malam,
semoga pohon persaudaraan dapat bersemi, berbagi udara iman & berdiri kokoh di atas akar kedamaian,
tuk bersama meraih keridhoanNya.

Annisa Muslimah

Tags: , ,

Rita Komalasari on May 27th, 2010

Salam Kemerdekaan

Kemerdekaan hakiki ditandai dengan kemampuan seorang manusia untuk ‘tersenyum’ dihadapan atasannya tanpa keterpaksaan, dan  mampu tersenyum dengan terkendali bagi orang-orang yang selalu ‘sinis’, ‘dengki’ “dendam” dan ‘berperilaku kurang baik’ terhadap dirinya.

Kemerdekaan hakiki ‘hidayah’ Allah untuk setiap manusia ‘yang rela’ dan
‘merelakan’ kebaikan-kebaikan hidupnya bagi orang lain serta dengan
‘ikhlas’ menelanjangi dirinya dari segala ‘kejahatan hidup’ untuk kembali
mengikrarkan diri ‘bergantung’ hanya kepada Allah SWT.

Salam Merdeka,
Salam Sukses bermakna

“Komunitas Senyum”

Tags: , ,

Rita Komalasari on May 25th, 2010

Lampiran 1

FORMAT PORTOFOLIO TENAGA KEPENDIDIKAN BERPRESTASI

TINGKAT IPB TAHUN 2010

Nama Lengkap                        :

NIP                                         :

Pangkat/Golongan Ruang       :

Jabatan                                                :

Unit Kerja                               :

Tempat/ tanggal lahir              :

Alamat Rumah                        :

Riwayat Pendidikan               :

No Sekolah Nama Sekolah Tamat Tahun Keterangan
1 Bersertifikat
2 Bersertifikat
3 Bersertifikat
4 Bersertifikat

Riwayat Pekerjaan

No Jenis Pekerjaan Unit Kerja Jabatan Tahun
1
2
3
4
5
6
7
8

Pendidikan non formal/Kursus/Pelatihan yang pernah diikuti

No Jenis pendidikan non formal/ kursus Lembaga Waktu Keterangan
1 Sertifikat
2 sertifikat
3 sertifikat
4 sertifikat
5 sertifikat
6 sertifikat
7 sertifikat
8 sertifikat
9 sertifikat
10 Sertifikat

Pengalaman terlibat dalam kepanitiaan kegiatan pengembangan institusi (baik di Departemen/Fakultas/  IPB):

No Jenis Kegiatan Kepanitiaan Unit Kerja yang mengadakan Waktu Keterangan
1 SP no.
2 SP no.
3 SP no.
4 SP no.
5 SP No.
6 SP No.

Tuliskan uraian pekerjaan saudara (meliputi tugas pokok dan tugas tambahan) dan capaian yang saudara peroleh dalam tiga tahun terakhir secara kuantitatif dan kualitatif :

Tugas Pokok th 2007-2010 :

1

2

3

4

5

dst

Tugas Tambahan th 2007 – 2010

1

2

3

4

5

dst

Tugas-tugas di atas telah dilaksanakan dengan capaian  + …… persen (bukti kuantitatif terlampir dalam bentuk ……….

KARYA TULIS

1

2

3

4

5

dst

Tags: , , ,

Rita Komalasari on May 23rd, 2010

“Tamba Merpati” menyajikan koleksi anak-anak, remaja, dewasa, pria dan wanita. Ada komik, cerpen remaja, majalah, buku2 resep masakan, buku2 science, fiksi, agama, filosofi, tasauf, psikologi, ginekologi dll. Lokasinya yang cukup strategis, dekat dengan mesjid, menjadi keunikan tersendiri dari “Tamba Merpati”. Gratis

“Tamba Merpati “presents a collection of children, adolescents, adults, men and women. There are comics, short stories, teens, magazine,  recipes,  science, fiction, religion, philosophy, tasauf, psychology, gynecology, etc.. Its location is quite strategic, close to the mosque, is the uniqueness of the “Tamba Merpati “. Free of charge

Tags: , , , , , , , , , , ,

Rita Komalasari on May 22nd, 2010

PERPUSTAKAAN DIGITAL UNTUK PERGURUAN TINGGI BERTARAF INTERNASIONAL

Ir Rita Komalasari

ritasyafei@ipb.ac.id

ABSTRAK

Perpustakaan sebagai aset vital dan trade mark suatu perguruan tinggi akan tumbuh kreatif dan mampu bersaing jika dihargai dan ditempatkan dalam wadah dan struktur strategis. Namun, permasalahan yang dihadapi oleh pengelola perpustakaan dalam upayanya membantu mewujudkan visi perguruan tinggi yaitu untuk mencapai taraf internasional, amatlah banyak.  Diperlukan strategi dan  kebijakan yang mampu bersaing dan mampu menjawab tantangan zaman.  Dalam tulisan ini diuraikan tentang  sejarah, definisi, kelebihan, kekurangan  perpustakaan digital,  permasalahan, solusi dan kaitannya dengan visi perguruan tinggi.

Pendahuluan

Perpustakaan adalah sarana yang sangat penting (vital) dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.  Perpustakaan dari masa ke masa mengalami perkembangan yang signifikan sesuai kemajuan zaman dan  kebutuhan penggunanya. Perpustakaan sebagai aset vital dan trade mark suatu perguruan tinggi akan tumbuh kreatif dan mampu bersaing jika dihargai dan ditempatkan dalam wadah dan struktur strategis.  Paradigma perpustakaan yang kini berkembang yaitu dari fisik ke maya, dari manual ke otomasi, dari monomedia ke multimedia, dari lokal ke global dan dari isolasi ke kolaborasi, memungkinkan perpustakaan untuk membantu mewujudkan visi perguruan tinggi mencapai taraf internasional. Saat ini perpustakaan digital makin kencang gaungnya, dan hampir semua perpustakaan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, lembaga pemerintah maupun swasta berlomba-lomba mengembangkan perpustakaan digital.  Mengapa semua ini terjadi? Karena arus globalisasi dan tingkat kebutuhan  masyarakat yang semakin tinggi dalam mengakses informasi.  Masyarakat semakin kritis dan ingin mengakses informasi secara cepat, tepat, akurat dan tentunya mudah. Solusinya dapat terpenuhi dengan mengkases informasi di Perpustakaan Digital.

Kelebihan Perpustakaan Digital

Perpustakaan digital memiliki banyak kelebihan dibandingkan perpustakaan tradisional. Dalam hal penyimpanan koleksi, perpustakaan tradisional dibatasi oleh ruang yang ada, sedangkan perpustakaan digital tidak terbatas pada ruang yang ada. Dalam hal penyimpanan koleksi, perpustakaan digital lebih menghemat ruangan, karena dapat menyimpan dokumen dalam jumlah yang sangat besar (contoh:  50 judul disertasi yang setara dengan 100 judul Tesis atau 500 judul artikel jurnal dalam bentuk digital dapat dikemas dalam 1 buah CD berkapasitas 650 MB).  Adapun kelebihan-kelebihan perpustakaan digital lainnya yaitu:

  • Tidak dibatasi ruang: setiap pengguna dapat mengakses perpustakaan digital tanpa harus datang ke perpustakaan, selama pengguna mempunyai koneksi  dengan internet;
  • Tidak dibatasi waktu: akses ke perpustakaan digital dapat dilakukan 24 jam dalam sehari, dapat diakses kapan saja, tanpa batas waktu, selama pengguna terhubung dengan internet;
  • Penggunaan informasi lebih efisien: informasi yang ada dapat diakses oleh pengguna secara bersamaan dalam waktu yang sama dengan jumlah orang yang banyak;
  • Pendekatan bersturktur:  pengguna dapat mencari informasi secara bersturktur, misalnya dimulai dari menelusur katalog on line , kemudian masuk ke full text, selanjutnya bisa mencari per bab bahkan per kata;
  • Lebih akurat: pengguna dapat menggunakan kata kunci dalam pencariannya. Kata kunci yang tepat, akan membantu pengguna mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai dengan kata kunci yang dicantumkannya;
  • Keaslian dokumen tetap terjamin: Selama proses digitalisasi menggunakan bentuk image/format PDF, keaslian dokumen akan tetap terjamin;
  • Jaringan perpustakaan yang lebih luas: kemudahan dalam melakukan kerjasama/link antar perpustakaan digital, dimana  ada kesepakatan antar pengelola perpustakaan untuk melakukan resource sharing melalui jaringan internet;
  • Secara teori, biaya pengadaan dan pemeliharaan koleksi  menjadi lebih murah

Sebenarnya jika dikaji lebih dalam masih banyak kelebihan-kelebihan perpustakaan digital, contohnya, pemesanan buku atau permintaan informasi dapat dilakukan di rumah, atau dimanapun, selama pengguna terhubung dengan internet, dengan demikian, pengguna dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya dalam pencarian informasi.

Kekurangan Perpustakaan Digital

Disamping memiliki banyak kelebihan, perpustakaan digital juga memilki kekurangan diantaranya:

  • Undang-Undang Hak cipta (Copy Right) : dalam hukum hak cipta masalah transfer dokumen lewat jaringan komputer belum didefinisikan dengan jelas, masalah ini masih jadi perdebatan dalam proses pengembangan perpustakaan digital;
  • Pengguna masih banyak yang lebih menyukai membaca teks tercetak daripada teks elektronik;
  • Proses digitasi dokumen, membutuhkan waktu yang cukup lama, dibutuhkan ketrampilan dan ketekunan dalam mengembangkan dan memelihara koleksi digital;
  • Jika terjadi pemadaman listrik, perpustakaan digital yang tidak mempunyai jenset, tidak dapat beroperasi.
  • Pengunjung perpustakaan menjadi berkurang. Jika semua pengguna mengakses perpustakaan digital dari rumah masing-masing ataupun dari warnet,  maka pengunjung perpustakaan akan berkurang karena dengan mengunjungi perpustakaan digital, pengguna tidak merasa perlu mengunjungi perpustakaan secara fisik, tapi dapat mengunjungi perpustakaan dengan cara on line.

Kekurangan dari perpustakaan digital merupakan konsekuensi logis, dari pergeseran paradigma yang kini berkembang di masyarakat.  Namun kekurangan-kekurangan yang ada harus disikapi dengan arif bijaksana.  Walaupun masih ada kekurangan dan kelemahan, namun perkembangan perpustakaan digital harus terus dilanjutkan, demi kemajuan bangsa dan pembelajaran masyarakat sepanjang hayat.

PERGURUAN TINGGI BERTARAF INTERNASIONAL

Perguruan tinggi tinggi di Indonesia kini berlomba-lomba meningkatkan kiprahnya, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di dunia internasional.   Political Will pemerintah untuk mengembangkan 10 – 20 World Class University sangatlah kuat. Sesungguhnya apa dan bagaimana sebuah perguruan tinggi dapat dikatakan bertaraf internasional? Sebagaimana sambutan rektor IPB pada upacara wisuda tahap III tahun akademik 2004/2005 di Graha Widya Wisuda, Bogor. ” Suatu perguruan tinggi dapat disebut bertaraf internasional setidaknya harus memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya adalah: 1) jumlah dosen yang bergelar doktor harus lebih dari 75%, 2) persentase mahasiswa pascasarjana harus sama dengan atau lebih besar dari 75% dari total mahasiswa di perguruan tinggi tersebut, 3) publikasi internasional yang diterbitkan oleh setiap staf pengajar per tahun minimal dua publikasi di jurnal terakreditasi secara internasional, 4) besarnya dana untuk kegiatan riset untuk setiap staf > USD 1300 per tahun, 5) jumlah mahasiswa asing di perguruan tinggi tersebut minimal 5%, 6) Koneksi internet minimal 15 Mb dengan koneksi Wifi.  Dengan kriteria tersebut maka jelas masih belum ada universitas di Indonesia yang dapat  masuk kelas dunia”. Disadari untuk menuju World Class University diperlukan penyesuaian regulasi yang kondusif, karena masih banyak kendala yang perlu diatasi bersama. Kerja keras dari berbagai fihak. kesungguhan dan perhatian pemerintah di bidang pendidikan juga sangat menentukan keberhasilan pencapaian visi tersebut. Sarana dan prasarana pendidikan harus dikelola dengan baik, salah satunya adalah pembentukan dan pengembangan perpustakaan digital.

Untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan kepuasan pengguna dalam mengakses informasi salah satu solusinya adalah dengan membangun, menciptakan dan mengembangkan perpustakaan digital.  Merujuk dari tujuan dan kelebihan perpustakaan digital, saat ini telah mulai banyak dikembangkan perpustakaan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, lembaga-lembaga pemerintahan maupun swasta  dalam dan luar negeri yang membangun dan mengembangkan perpustakaan digital.  Untuk mengoptimalkan eksistensi dari perpustakaan digital, perlu dilakukan kerjasama antara perpustakaan digital. Perpustakaan digital selayaknya bergabung, dan sebaiknya tidak jalan sendiri-sendiri. Dengan begitu, akan terbentuk jaringan yang solid dan dapat diakses oleh sebanyak-banyaknya pengguna informasi.  Pemenuhan kebutuhan dan tuntutan itu dapat terlaksana secara optimal bila dilakukan melalui kerjasama antar perpustakaan, pusat informasi dan/atau dokumentasi. Tentu saja, kerjasama itu perlu disusun berdasarkan prinsip saling menolong, saling membutuhkan, dan saling memanfaatkan dalam mekanisme kerja yang jelas, transparan, dan sinergis dalam kesejajaran peran. Kerjasama tersebut akan menghasilkan Jaringan Informasi. Gabungan jaringan perpustakaan digital akan mampu membentuk jaringan perpustakaan mencakup berbagai disiplin  ilmu yang lengkap dan komprehensif di Indonesia. Dengan hadirnya perpustakaan digital yang mampu membentuk Jaringan Informasi maka diharapkan berbagai persoalan bangsa yang dihadapi bisa ditangani. Pengelolaan perpustakaan oleh SDM yang berkualitas, profesional, jujur dan berdedikasi tinggi diharapkan dapat membawa bangsa ini keluar dari berbagai lilitan masalah.   Berbagai Upaya perlu dilakukan untuk menarik perhatian pemerintah dalam upaya pengembangan perpustakaan digital ini, dengan cara meluncurkan produk-produk dokumen dalam bentuk digital/elektronik, mempromosikan kelebihan dan keunggulan perpustakaan digital, serta membuktikan kepada pemerintah ataupun pengelola pendidikan bahwa perpustakaan digital mampu menghadapi dan menjawab solusi bangsa ini di bidang informasi. Di lingkup perguruan tinggi, para dosen dan mahasiswa dapat dengan mudah dan cepat mencari informasi.  Hal ini jelas terkait dengan peran perpustakaan dalam menunjang tri dharma perguruan tinggi.  Dengan informasi yang lengkap dan akurat, hasil-hasil penelitian dosen dan mahasiswa dapat dituangkan menjadi tulisan yang berbobot, berkualitas, dan  dapat dipublikasikan di jurnal internasional. Dengan dukungan dana dari pemerintah dan birokrasi yang tidak berbelit-belit, para dosen, dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi (S2 dan S3). Jika para dosen, banyak yang meraih gelar doktor, hingga mencapai angka 75% dari total staf pengajar, dan peserta program pasca sarjana sudah mencapai angka 75% dari populasi mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi tersebut, tentunya visi perguruan tinggi dalam mencapai taraf internasional akan terealisasi.  Dengan dukungan informasi yang akurat yang dilayankan dan diseminasikan dari perpustakaan digital, maka dinamika pendidikan, pengajaran dan penelitian dari sivitas akademika menjadi lebih baik.  Target dan program perguruan tinggi dalam pencapaian visinya akan menjadi lebih mudah.   Dengan mengembangkan perpustakaan digital akan menjadi daya tarik bagi mahasiswa baik dari dalam maupun luar negeri.  Program pertukaran mahasiswa lokal dan asing akan semakin semarak. Keunggulan dan kelebihan perpustakaan digital mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa asing untuk belajar di perguruan tinggi di Indonesia.   Terlebih lagi jika perpustakaan digital yang ada di Indonesia melakukan resource sharing, membentuk jaringan informasi yang solid, maka dapat dipastikan political will pemerintah, mentargetkan 10 – 20 Perguruan Tinggi bertaraf internasional akan tercapai.

RUJUKAN

Becoming a digital Library. Ed. By Susan J. Barnes. New York: Marcel Dekker. 2004

http://ms.wikipedia.org/wiki/Perpustakaan_digital, diakses tgl 21 Maret 2006

http://www.indonesiadln.org/wiki/index.php/Digital_library. Purtini, Winny. Digital Library, diakses tgl 21 Maret 2006

http://www.ipb.ac.id. Sambutan rektor IPB. Diakses tgl 23 maert 2006.

http://www.pustakabersama.net/. Perpustakaan Digital. Diakses 21 Maret 2006

Komalasari, Rita.    Digitalisasi di Perpustakaan IPB. dalam Dinamika Perpustakaan IPB menuju Universitas Riset.  Bogor: IPB Press.  2004.

Mismail, Budiono. Dasar-dasar Rangkaian Logika Digital.  Bandung: Penerbit ITB. 1998.

Persiapan Menuju Internasionalisasi IPB.  Pariwara Berita IPB minggu ini.  Edisi 88, Maret 2006.

Tags: ,

Rita Komalasari on May 21st, 2010

PETUNJUK TEKNIS PENGUSULAN ANGKA  KREDIT PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN IPB

Ir. Rita Komalasari

Pustakawan Madya pada Perpustakaan IPB

Bogor Agricultural University Library

PENDAHULUAN

Seiring berjalannya waktu, Pustakawan semakin berkembang baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Perkembangan tersebut tidaklah merata di setiap jenis Perpustakaan. Perkembangan kualitas dan kuantitas Pustakawan berbeda dipengaruhi oleh  berbagai faktor dan kebijakan lokal yang diterapkan di Perpustakaan tersebut. Pustakawan dan jenjang karirnya tidaklah mungkin terpisahkan. Bagaikan dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Seseorang tertarik dan berminat menjadi Pustakawan tentulah karena ingin karirnya berkembang sesuai  harapan dan ketentuan yang berlaku. Namun sayangnya dalam proses pengumpulan angka kredit, menuangkan angka kredit ke  dalam DUPAK  hingga saat pengajuan kenaikan pangkat, masih banyak kendala yang dihadapi. Meski seorang Pustakawan sudah naik pangkat berkali-kali, tetap saja masih menemui hambatan, kesulitan hingga mengakibatkan kesalahan dalam pengajuan kenaikan pangkatnya., baik secara administrasi maupun kelengkapan bukti-bukti yang diajukan.

Permasalahan lainnya adalah jika terjadi pergeseran/perubahan organisasi, dan pergantian Tim Penilai Pustakawan. Seringkali ada kebijakan yang berubah. Ada proses yang berkaitan dengan sistem yang mengalami pergeseran. Perubahan  tersebut adalah wajar dan alami adanya, namun jika proses penilaian terhadap Pustakawan yang tadinya tertib dan rapi, menjadi tidak tertib lagi setelah adanya pergantian susunan Tim Penilai Pustakawan, tentulah sangat disayangkan. Peraturan yang tertib dan teratur yang sudah diterapkan, kembali terabaikan.  Hal ini tentu tidak dapat dibiarkan, Oleh karena itu, diperlukan mekasnisme yang  dapat membantu, bersifat standar dan sesuai dengan pedoman yang berkaitan dengan kenaikan Jabatan Fungsional Pustakawan.  Mekanisme tersebut diharapkan dapat membantu  Pustakawan saat proses pengajuan kenaikan pangkat, dan dapat dengan mudah diimplementasikan oleh Pustakawan dalam meniti  jenjang  karirnya. Disamping itu, Dengan adanya mekanisme standar tersebut, akan membantu Tim Penilai Pustakawan dalam proses penilaian, karena  mekanisme standar tersebut sesuai dengan apa yang tertuang dalam DUPAK yang sudah tersusun dan tertata rapi. Begitu pula kesesuaian bukti-bukti kegiatan yang dilampirkan, harus sesuai, tersusun dan tertata rapi. Mekanisme tersebut menunjang Pelaksanaan kegiatan yang sudah  dikerjakan dengan baik dan benar sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam Tulisan ini diuraikan langkah-langkah praktis proses pengusulan kenaikan pangkat dan jabatan Fungsional  Pustakawan, sesuai ketentuan dalam Keputusan MENPAN Nomor 132/KEP/M.PAN/12/2002 dan Keputusan Bersama Kepala Perpustakaan Nasional RI dan Kepala BKN Nomor 21 Tahun 2003 dan Nomor 23 Tahun 2003.

TATA KERJA TIM PENILAI DAN TATA CARA PENILAIAN

Sebagai gambaran untuk mempermudah Pustakawan dalam memahami proses kenaikan pangkat dan jabatannya, dalam tulisan ini diuraikan secara singkat tata kerja Tim penilai Instansi dimana salah satu kegiatan Tim Penilai Pustakawan adalah:

Persidangan Tim Penilai Instansi dilaksanakan paling sedikit 2 (dua) kali dalam setahun sesuai dengan periode kenaikan pangkat:

1)      Untuk kenaikan pangkat periode April, angka kredit ditetapkan paling lambat bulan Januari tahun yang bersangkutan;

2)      Untuk  Untuk kenaikan pangkat periode Oktober, angka kredit ditetapkan paling lambat bulan Juli tahun yang bersangkutan;

Tata cara penilaian angka kredit oleh Tim Penilai Instansi dilakukan melalui prosedur sebagai berikut, diantaranya:

A)    Setelah DUPAK diterima, sekretariat tim penilai melaksanakan pemeriksaan berkas sebagai berikut:

1)      DUPAK dan surat pengantar yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang mengusulkan DUPAK

2)      Kelengkapan DUPAK dan bukti pendukung

B)    Aspek yang dinilai/diteliti meliputi hal-hal berikut:

1)      Kebenaran, kelengkapan dan keabsahan DUPAK, termasuk lampiran dan bukti kegiatan.

2)      Ketepatan pejabat yang mengajukan usul penilaian DUPAK

3)      Ketepatan tugas kegiatan yang dikerjakan

4)      Kebenaran bukti fisik yang dilampirkan

5)      Perhitungan dan penjumlahan angka kredit

6)      Perbandingan antara unsure utama dan unsure penunjang sesuai aturan yang berlaku.

Selanjutnya Tim Penilai Pustakawan akan mengadakan sidang pleno untuk membahas, menilai, dan menentukan apakah Pustakawan yang bersangkutan  memenuhi syarat dan dapat diusulkan untuk kenaikan pangkat dan jabatan ke tingkat/jenjang berikutnya.

Sebagai bukti nyata, dan sebagai  persembahan bagi Pustakawan di IndonesiaTulisan ini juga dilengkapi Form:

  1. Rekapitulasi prestasi kerja Harian;
    1. Rekapitulasi prestasi kerja bulanan kegiatan pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka/sumber informasi
    2. Rekapitulasi prestasi kerja bulanan kegiatan pemasyarakatan perpustakaan, dokumentasi dan informasi
    3. Rekapitulasi prestasi kerja bulanan kegiatan pengkajian pengembangan perpustakaan, dokumentasi dan informasi
    4. Rekapitulasi prestasi kerja bulanan kegiatan pengembangan profesi
    5. Rekapitulasi prestasi kerja bulanan kegiatan penunjang tugas pustakawan

Disamping itu, tulisan ini juga dilengkapi dengan form Surat pernyataan Melakukan kegiatan dari semua unsur kegiatan Utama maupun Kegiatan Penunjang. Dupak Pustakawan Ahli dan Terampil dari berbagai jenjang Jabatan juga disediakan dalam format yang siap diisi oleh Pustakawan yang berkepentingan. Disamping itu, form Surat Penugasan dan surat Tugas Limpah juga dilampirkan. Dalam tulisan ini juga dilampirkan form-form kegiatan Pustakawan yang harus dilengkapi sebagai syarat dalam proses pengajuan kenaikan pangkat dan jabatan yang bersangkutan. Semua ini dipersembahkan untuk Pustakawan agar dapat mengajukan kenaikan pangkat dengan mudah, baik dan benar sesuai ketentuan dalam Keputusan MENPAN Nomor 132/KEP/M.PAN/12/2002 dan Keputusan Bersama Kepala Perpustakaan Nasional RI dan Kepala BKN Nomor 21 Tahun 2003 dan Nomor 23 Tahun 2003. Tulisan ini dilengkapi CD yang dapat digunakan oleh Pustakawan tingkat Terampil dan Tingkat Ahli berdasarkan jenjang jabatannya. Penulis berharap, CD ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan benar-benar bermanfaat bagi kelancaran pengajuan kenaikan pangkat dan jabatan Fungsional Pustakawan.

PROSEDUR PENGAJUAN KENAIKAN PANGKAT DAN JABATAN

PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN IPB

1. SEDIAKAN 3 BUAH MAP (BERI KODE A,B,C). BERI NAMA DAN NIP MASING-MASING.   WARNA MAP SESUAI JENJANG JABATAN. MISAL:

  • PUSTAKAWAN PELAKSANA à WARNA MAP COKLAT
  • PUSTAKAWAN PELAKSANA LANJUTAN à WARNA MAP MERAH
  • PUSTAKAWAN PENYELIA à WARNA MAP ORANYE
  • PUSTAKAWAN PERTAMA à WARNA MAP KUNING
  • PUSTAKAWAN MUDA à WARNA MAP HIJAU
  • PUSTAKAWAN MADYA à WARNA MAP BIRU
  • PUSTAKAWAN UTAMA à WARNA MAP UNGU

2. MAP A BERISI FOTO KOPI RANGKAP 4 TERDIRI DARI:

  • KARPEG
  • SK PUSTAKAWAN à TULIS DG PINSIL KODE A2
  • PAK TERKAHIR à TULIS DG PINSIL KODE A3
  • SK JABATAN TERAKHIR à TULIS DG PINSIL KODE A4
  • SK MELAKSANAKAN TUGAS à TULIS DG PINSIL KODE A5
  • SK MENDUDUKI JABATAN à TULIS DG PINSIL KODE A6
  • DP3 2 THN TERKAHIR à TULIS DG PINSIL KODE A7, A8
  • URAIAN TUGAS SEHARI-HARI à TULIS DG PINSIL KODE A9

3. MAP B BERISI:

  • DUPAK TERBARU à TULIS DG PINSIL KODE B 1    ‘
  • REKAPITULASI KEGIATAN BULANAN PER TAHUNà TULIS DG PINSIL KODE B2
  • SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN à TULIS DG PINSIL KODE B3

4. MAP C BERISI:   REKAPITULASI PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT YANG DILENGKAPI BUKTI-BUKTI KEGIATAN  UTAMA DAN KEGIATAN PENUNJANG. BUKTI KEGIATAN,  REKAPITULASI KEGIATAN HARIAN, BULANAN, SURAT PERNYATAAN  MELAKUKAN KEGIATAN, HARUS DISUSUN  SESUAI URUTAN DUPAK

Dalam kegiatan sehari-hari, Pustakawan harus rajin menuliskan setiap kegiatan yang dilakukan ke dalam lembar rekapitulasi prestasi kerja harian. Selanjutnya data yang telah terkumpul dalam lembar prestasi kerja harian dipindahkan ke lembar rekapitulasi prestasi kerja bulanan yang disusun berdasarkan jenis kegiatan, Unsur kegiatan dan sub unsur kegiatan. Nampaknya proses tersebut cukup rumit, tapi jika sudah terbiasa dilakukan maka kerumitan dan kesulitan yang dirasa, akan hilang seiring berjalannya waktu. Ada Pepatah yang mengatakan “Ala bisa karena biasa”. Jadi jika Pustakawan sudah terbiasa bekerja secara tertib, disiplin dan rajin menuangkan setiap kegiatan ke dalam lembar prestasi kerjanya, maka pada saat pengajuan kenaikan pangkat nanti tidak akan lagi menEmui kesulitan yang berarti. Jika kegiatan yang dilakukan menggunakan alat bantu seperti komputer, Maka hasil kegiatan dapat dengan mudah dilihat, dengan mencetak hasil kegiatan berdasarkan operator yang melakukan tugas tersebut. Jika ada kegiatan yang sulit didapatkan bukti kegiatannya, dapat dibuatkan surat keterangan dari Koordinator kegiatan atau atasan langsung. Hal tersebut diperlukan sebagai syarat untuk kenaikan pangkat dan jabatan Pustakawan.

Untuk mempermudah Pustakawan dalam mengajukan kenaikan pangkat dan jabatannya, diperlukan form standar untuk setiap jenis kegiatan. Di bawah ini dilampirkan form setiap jenis kegiatan yang diambil dari “Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional republic Indonesia Nomor 2 tahun 2008 tentang Petunjuk Teknis Jabatan fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya”. Terbitan Perpustakaan Nasional RI tahun 2009.

LAPORAN  KEGIATAN  PENGOLAHAN  BAHAN  PUSTAKA

NO KEGIATAN JUMLAH LUARAN
1.
2.
3.
4.
Dst

Bukti fisik kegiatan terlampir

Berdasarkan surat tugas nomor :……………

………………………………

Mengetahui                                                      Dilaporkan oleh

( ……………………… )                                               ( ……………………… )

DAFTAR JUDUL ALAT SELEKSI BAHAN PUSTAKA YANG DIHIMPUN

NO. JUDUL KATALOG PENERBIT TAHUN TERBIT

…………….,……………….

Mengetahui

Atasan langsung/ketua kelompok,              Pustakawan/Calon Pustakawan,

………………………………..                      ……………………………………..

DAFTAR JUDUL BAHAN PUSTAKA HASIL REGISTRASI

NO. JUDUL PENGARANG PENERBIT TAHUN TERBIT ASAL NOMOR INDUK

…………….,……………….

Mengetahui

Atasan langsung/ketua kelompok,              Pustakawan/Calon Pustakawan,

………………………………..                      ……………………………………..

CONTOH :

SALAH SATU BUKTI FISIK MENGUMPUL DATA

KEGIATAN MELAKUKAN SURVEI

MINAT PEMAKAI

DAFTAR BAHAN PUSTAKA YANG DIKUMPULKAN

NO. JUDUL JUMLAH
1.
2.
3.
4.
Jumlah

……………,……………….

Mengetahui

Atasan langsung/ketua kelompok,              Pustakawan/Calon Pustakawan,

………………………………..                      ……………………………………..

DAFTAR BAHAN PUSTAKA YANG DIMINATI PEMAKAI

TAHUN ……

NO. SUBJEK JUMLAH PEMINAT ADA/TIDAK  DI PERPUSTAKAAN
1.
2.
3.
4.
Jumlah

……………,……………….

Mengetahui

Atasan langsung/ketua kelompok,              Pustakawan/Calon Pustakawan,

………………………………..                      ……………………………………..

CONTOH

BUKTI FISIK KEGIATAN :

  1. SURVEI BAHAN PUSTAKA
  2. MEMBUAT DESIDERATA
  3. MENYELEKSI BAHAN PUSTAKA
  4. MENGEVALUASI DAN MENYIANGI KOLEKSI
  5. MELAKUKAN VERIFIKASI DATA BIBLIOGRAFI
  6. MELAKUKAN KATALOGISASI
  7. MENGALIHKAN DATA BIBLIOGRAFI
  8. MENYUNTING DATA BIBLIOGRAFI
  9. IDENTIFIKASI BAHAN PUSTAKA

10.  REPRODUKSI BAHAN PUSTAKA

11.  MENYEDIAKAN BAHAN PUSTAKA

DAFTAR JUDUL  ………..(DISESUAIKAN DENGAN JENIS KEGIATAN YANG DILAKUKAN)

NO. JUDUL PENGARANG PENERBIT TAHUN TERBIT

…………….,……………….

Mengetahui

Atasan langsung/ketua kelompok,             Pustakawan/Calon Pustakawan,

………………………………..                        ………………………………………….

DAFTAR JUDUL BAHAN PUSTAKA YANG DITENTUKAN TAJUK SUBJEK/KATA KUNCI

NO. JUDUL SUBJEK/KATA KUNCI

…………….,……………….

Mengetahui

Atasan langsung/ketua kelompok,              Pustakawan/Calon Pustakawan,

………………………………..                      ……………………………………..

DAFTAR JUDUL BAHAN PUSTAKA YANG DIKLASIFIKASI

NO. JUDUL NAMA KLAS
1

…………….,……………….

Mengetahui

Atasan langsung/ketua kelompok,              Pustakawan/Calon Pustakawan,

………………………………..                      ……………………………………..

LAPORAN KEGIATAN SIRKULASI

NO KEGIATAN JUMLAH EKS
1 PEMINJAMAN
2 PENGEMBALIAN
TOTAL

CATATAN : PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT :

(TOTAL  BAHAN PUSTAKA  : 2  X 0,0002)

…………….,……………….

Mengetahui

Atasan langsung/ketua kelompok,              Pustakawan/Calon Pustakawan,

………………………………..                      ……………………………………..

DAFTAR JUDUL BAHAN PUSTAKA YANG DIRAWAT

NO. JUDUL PENERBIT TAHUN TERBIT JENIS PERAWATAN
1

…………….,……………….

Mengetahui

Atasan langsung/ketua kelompok,              Pustakawan/Calon Pustakawan,

………………………………..                      ……………………………………..

DAFTAR PERMINTAAN/ITEM PERTANYAAN

LAYANAN RUJUKAN CEPAT

NO TANGGAL PERMINTAAN/PERTANYAAN
1
2
3
4

…………….,……………….

Mengetahui

Atasan langsung/ketua kelompok,              Pustakawan/Calon Pustakawan,

………………………………..                      ……………………………………..

LAPORAN KEGIATAN BIMBINGAN PEMAKAIAN SUMBER RUJUKAN

NO TANGGAL KALI JUDUL SUMBER RUJUKAN
1
2
3
JUMLAH

…………….,……………….

Mengetahui

Atasan langsung/ketua kelompok,              Pustakawan/Calon Pustakawan,

………………………………..                      ……………………………………..

DAFTAR TOPIK PENELUSURAN LITERATUR

NO TOPIK JUDUL BAHAN PUSTAKA
1
2
3
4

…………….,……………….

Mengetahui

Atasan langsung/ketua kelompok,              Pustakawan/Calon Pustakawan,

………………………………..                      ……………………………………..

LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN PANDANG DENGAR

NO TANGGAL KALI PESERTA
1
2
3
JUMLAH

…………….,……………….

Mengetahui

Atasan langsung/ketua kelompok,              Pustakawan/Calon Pustakawan,

………………………………..                      ……………………………………..

JADWAL PELAKSANAAN BIMBINGAN MEMBACA

NO TANGGAL KALI PESERTA BIMBINGAN
1
2
3
JUMLAH

…………….,……………….

Mengetahui

Atasan langsung/ketua kelompok,              Pustakawan/Calon Pustakawan,

………………………………..                      ……………………………………..

LAPORAN  PELAKSANAAN BIMBINGAN PEMAKAI PERPUSTAKAAN

NO TANGGAL KALI PESERTA BIMBINGAN JUMLAH
1
2
3
JUMLAH

…………….,……………….

Mengetahui

Atasan langsung/ketua kelompok,              Pustakawan/Calon Pustakawan,

………………………………..                      ……………………………………..

LAPORAN PELAKSANAAN BIMBINGAN KELOMPOK PEMBACA

NO TANGGAL KALI PESERTA BIMBINGAN BIDANG  DISKUSI
1
2
3
JUMLAH

…………….,……………….

Mengetahui

Atasan langsung/ketua kelompok,              Pustakawan/Calon Pustakawan,

………………………………..                      ……………………………………..

RUJUKAN

Republik Indonesia. Perpustakaan Nasional RI (2009). Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional republik  Indonesia Nomor 2 tahun 2008 tentang Petunjuk Teknis Jabatan fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya.

Republik Indonesia. Perpustakaan Nasional RI (2009). Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional republik  Indonesia Nomor 2 tahun 2008 tentang Tata Kerja Tim Penilai dan Tata Cara Penilaian Angka Kredit Pustakawan

Republik Indonesia. Perpustakaan Nasional RI (2004). Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 132/KEP/M.PAN/12/2002 dan Keputusan Bersama Kepala Perpustakaan Nasional RI dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor: 23 tahun 2003, dan Nomor 21 tahun 2003.

Tags: , , , , , , , , ,

Rita Komalasari on May 20th, 2010

Alhamdulillah, Graha Pintar/Graha Baca Merpati yang berlokasi di Taman Pagelaran Bogor telah berdiri. Masyarakat sekitar bisa memanfaatkannya untuk menambah pengetahuan, wawasan dan informasi.

Rita Komalasari on May 19th, 2010

Alhamdulillah saya sudah bisa membuat blog. Semoga dapat mengisinya dengan  informasi yang bermanfaat bagi semua orang.

Tags: ,