Abstrak

Berdasarkan data hasil penelitian yang berhasil dihimpun Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM ) IPB, sejak 1983 -2008 telah dilakukan sebanyak 1557 judul penelitian yang didanai oleh Departemen Pendidikan Tinggi (DIKTI) sebanyak 903 judul, Operasional dan Pemeliharaan Fasilitas (OPF) sebanyak 460 judul dan Departemen Pertanian (DEPTAN) sebanyak 194 judul.  Dari 1557 judul, penelitian  yang berkaitan dengan Ilmu Perpustakaan hanya ada 5 (lima) judul. Dalam tulisan ini penulis mencoba menganalisis, dan merumuskan hasil kajian penelitian yang dihimpun dan dikoordinir oleh LPPM IPB.  Disamping itu dibahas pula berbagai aspek yang mempengaruhi rendahnya penelitian yang berkaitan dengan Ilmu Perpustakaan dibandingkan dengan ilmu-ilmu lainnya.

PENDAHULUAN

Institut pertanian Bogor, sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu program pemerintah dalam pengembangan pertanian di Indonesia. Untuk mendukung peranan tersebut, tentunya dibutuhkan berbagai upaya agar ilmu yang digali, dapat disebarkan dan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat. Moto Mencari dan memberi yang terbaik, seyogyanya dapat diimplementasikan guna kepentingan masyarakat Indonesia.

Perpustakaan IPB, sebagai salah satu unsur penunjang di Institut Pertanian Bogor, mempunya peran yang sangat penting pula. Tidaklah salah jika dikatakan bahwa Perpustakaan adalah jantungnya Perguruan Tinggi Negeri, yang turut mempengaruhi denyut perkembangan penelitian dan penyebaran informasi. Apalagi Perpustakaan IPB pernah ditunjuk sebagai Pusat Layanan Disiplin Ilmu (PUSYANDI) di bidang pertanian oleh DIKTI. Dengan demikian Perpustakaan mempunyai peran strategis dalam membantu civitas akademika mencari informasi dan melakukan  penelitian.

ILMU PERPUSTAKAAN

Ilmu Perpustakaan (Inggris: library science) adalah bidang interdisipliner yang menggabungkan ilmu sosial, ilmu hukum, dan ilmu terapan untuk mempelajari topik yang berkaitan dengan perpustakaan. Ilmu perpustakaan ini mempelajari mengenai cara pengumpulan, pengorganisasian, pengawetan, dan penyebarluasan sumber informasi pada umumnya. yang ada di suatu perpustakaan, serta berkaitan dengan nilai ekonomi dan politis (wikipedia.org.)

Pada mulanya Ilmu Perpustakaan lebih membahas mengenai ilmu pengarsipan. Hal ini berkaitan dengan cara penataan sumber informasi dengan sistem klasifikasi perpustakaan dan teknologi untuk mendukung maksud ini. Topik ini juga berkaitan dengan bagaimana pengguna jasa informasi ini mengakses, menelusuri, dan memanfaatkan informasi. Dan satu aspek lagi yang tidak kalah penting adalah etika dalam penataan dan pelayanan informasi, serta status legal dari suatu perpustakaan sebagai sumber informasi.

PENELITIAN ILMU PERPUSTAKAAN DI IPB PERIODE 1980 – 2008

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dan diinput ke dalam database, cukup banyak penelitian yang telah dilakukan, mencakup berbagai disiplin ilmu, terutama Ilmu Pertanian dalam arti luas. Ada pula staf yang meneliti Ilmu Perpustakaan dan komputer, tapi dengan persentase yang amat sedikit dibandingkan penelitian-penelitian bidang ilmu lainnya. Penelitian bidang Ilmu Perpustakaan masih amat sedikit, hal dimungkinkan karena dasar ilmu yang dikembangkan di IPB adalah ilmu-ilmu Pertanian, sehingga skala prioritas ditekankan pada penelitian dosen-dosen yang berkaitan dengan ilmu pertanian dalam arti luas. Disamping itu, karena kurangnya informasi  yang sampai ke perpustakaan mengenai adanya Penelitian yang dibiayai/didanai oleh Pemerintah seperti DIKTI/OPF/DEPTAN. Untuk lebih jelasnya, data hasil penelitian IPB yang telah dilakukan sejak tahun 1980 hingga tahun 2008 berdasarkan Fakultas, Sumber dana dan Bidang Ilmu, disajikan pada tabel berikut :

TABEL 1. HASIL PENELITIAN IPB PERIODE 1980 s/d 2008 DIKELOMPOKKAN   BERDASARKAN FAKULTAS

FAKULTAS KODE JUMLAH JUDUL PERSENTASE
Pertanian A 283 18,176
Kedokteran Hewan B 214 13,744
Perikanan dan Ilmu Kelautan C 287 18,433
Peternakan D 164 10,533
Kehutanan E 116 7,450
Teknologi Pertanian F 223 14,322
Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam G 232 14,900
Ekonomi dan Manajemen H 17 1,092
Ekologi Manusia I 21 1,349
Total 1557 100,00

Sumber: Diolah dari Data LPPM IPB tahun 2009

TABEL 2. HASIL PENELITIAN IPB PERIODE 1980 s/d 2008 DIKELOMPOKKAN  BERDASARKAN SUMBER DANA

SUMBER DANA JUMLAH JUDUL PERSENTASE
Departemen Pendidikan Tinggi (DIKTI) 903 57.990
Operasional dan Pemeliharaan Fasilitas (OPF) 460 29.540
Departemen Pertanian (DEPTAN) 194 12.470
Total 1557 100,00

Sumber: Diolah dari Data LPPM IPB tahun 2009

TABEL 3. HASIL PENELITIAN IPB PERIODE 1980 s/d 2008 DIKELOMPOKKAN BERDASARKAN BIDANG ILMU

BIDANG ILMU JUMLAH JUDUL PERSENTASE
Gizi 44 2,826
Manajemen Hutan 18 1,156
Ilmu Tanah 35 2,248
Pemuliaan Tanaman 12 0,771
Ekologi 19 1,220
Bioteknologi 96 6,166
Budidaya Ternak 9 0,578
Biokimia 25 1,606
Parasitologi 36 2,312
Teknologi Penangkapan Ikan 11 0,706
Teknologi Hasil Perikanan 15 0,963
Nutrisi ternak 38 2,441
Sosek pertanian 39 2,505
Lansekap 2 0,128
Teknik Kayu 19 1,220
Agroforesty 26 1,670
Pertanian 207 13,295
Bioriset 3 0,193
Ilmu Pangan 13 0,835
Biologi 69 4,432
Genetika 25 1,606
Fisiologi 27 1,734
Meteorologi 14 0,899
Kimia 66 4,239
Sosek Peternakan 20 1,285
Komunikasi 6 0,385
Sisten Informasi 17 1,092
Parasitologi 36 2,312
Teknologi Benih 17 1,092
Hama dan Penyakit 28 1,798
MIPA 6 0,385
Reproduksi 16 1,028
Farmakologi 16 1,028
Kesmavet 17 1,092
Perikanan 112 7,193
Virologi 10 0,642
Aquakultur 25 1,606
Limnologi 9 0,578
Peternakan 67 4,303
Ilmu Perpustakaan 5 0,321
Konservasi Sumberdaya Hutan 17 1,092
Manajemen Hutan 18 1,156
Teknologi Hasil Hutan 19 1,220
Komputer 3 0,193
Mikrobiologi 19 1,220
Pengawasan Mutu 3 0,193
Budidaya Ternak 9 0,578
Zoologi 8 0,514
Penyuluhan 7 0,450
Sanitasi Lingkungan 7 0,450
dll 241 15,478
Total 1557 100,00

Sumber: Diolah dari Data LPPM IPB tahun 2009

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari data di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa, Fakultas yang paling banyak melakukan penelitian yaitu Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dengan penelitian sebanyak 287 judul (18.433%) diurutan kedua adalah Fakultas Pertanian sebanyak 283 judul (18,176%) sedangkan Fakultas yang paling sedikit penelitiannya adalah Fakultas Ekonomi dan Manajemen dengan penelitian sebanyak 17 judul (1,092%). Hal ini dikarenakan Faperta dan FPIK adalah Fakultas yang paling lama/paling tua di IPB, disamping itu pula, relevansi antara penelitian dan bidang ilmu, juga mempengaruhi diterimanya atau tidaknya suatu penelitian didanai oleh Pemerintah. Sedangkan Fakultas Ekonomi dan Manajemen adalah Fakultas yang baru berdiri tahun 2007 di IPB, sehingga wajar bila jumlah penelitiannya masih sedikit (1,092%).  Penyandang dana terbesar dalam penelitian yang dilakukan di IPB adalah Departemen Pendidikan Tinggi (DIKTI) sebesar 903 judul penelitian (57.990%), diikuti oleh OPF sebesar  460 judul penelitian (29.540%) dan terakhir dari Departemen Pertanian (DEPTAN) sebesar 194 penelitian (12.470%). Dari data di atas dapat dilihat pula bahwa penelitian bidang ilmu  pertanian menduduki peringkat teratas yaitu 13,295%, sedangkan urutan kedua adalah penelitian bidang ilmu perikanan sebesar  7,193%. Penelitian Bidang Ilmu perpustakaan menduduki urutan terendah kedua setelah  bidang ilmu Pengawasan Mutu yaitu, sebanyak 5 judul penelitian (0,321%). Jadi selama kurun waktu 24 tahun (1983 -2007) Ilmu Perpustakaan mendapat hibah dana penelitian sebanyak 5 judul saja (0,321%). Jika dikaji  lebih dalam lagi, banyak faktor yang menyebabkan rendahnya jumlah judul penelitian bidang Ilmu Perpustakaan. Faktor-faktor tersebut dapat  diuraikan lebih rinci yaitu:

  1. Informasi dari pemerintah tentang kesempatan mendapat dana penelitian tidak tersebar secara merata ke semua unit kerja;
  2. Kesempatan untuk melakukan penelitian bidang Ilmu Perpustakaan masih amat sedikit
  3. Waktu penelitian yang diberikan terlalu singkat, sehingga sulit melaksanakannya;
  4. Persyaratan administrasi yang dirasa terlalu kompleks;
  5. Birokrasi yang kurang mendukung;
  6. Materi penelitian dianggap kurang relevan;
  7. Prioritas utama adalah penelitian bidang pertanian dalam arti luas;
  8. Masih sedikit Pustakawan yang berani melakukan penelitian bidang Ilmu Perpustakaan;
  9. Pustakawan kurang diberdayakan untuk melakukan penelitian;
  10. Inovasi dan terobosan-terobosan bidang Ilmu Perpustakaan belum dihargai sepenuhnya;
  11. Kompetensi Pustakawan dalam membuat tulisan, kemampuan menganalisis masalah, jika dibanding  dengan Dosen/peneliti dianggap belum memadai;

Selain faktor-faktor di atas, ternyata ada keterkaitan yang sangat erat antara jumlah penelitian ilmu perpustakaan dengan kemampuan menulis dari Pustakawan. Salah satu faktor mendasar yang turut mempengaruhi penelitian tentang ilmu perpustakaan adalah kemampuan menulis. Hal ini dipaparkan  oleh Sulityo Basuki dalam Visi Pustaka Vol.11 No.1 – April 2009, bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan pustakawan belum menghasilkan karya tulis/karya ilmiahnya, antara lain:

1. kebanyakan pustakawan waktunya habis tersita hanya untuk mengerjakan pekerjaan rutin harian yang sifatnya monoton

2. minat baca pustakawan yang masih rendah, sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan menulis

3. kemauan pustakawan untuk mengembangkan diri sangat kurang, dan hanya puas dengan apa yang telah dilakukannya selama ini

4. kurangnya pustakawan mengikuti berbagai pelatihan dan bimbingan teknik penulisan karya tulis/karya ilmiah

5. pustakawan yang merasa `rendah diri’ menganggap profesinya belum diakui masyarakat secara luas, sehingga menyebabkan rasa pesimis jika harus berkompetisi maupun berkolaborasi dengan profesi lain untuk menulis

6. kurangya terbitan publikasi mengenai perpusdokinfo di Indonesia yang menampung aspirasi pustakawan

7.   faktor latar belakang pendidikan pustakawan baik secara formal maupun informal

8.  kurangnya pustakawan dalam mengikuti perkembangan informasi, sehingga kurang respon terhadap perubahan.

9.   kurangnya dukungan dari unsur pimpinan terkait dalam memotivasi pustakawan untuk    menulis

10.  penguasaan bahasa asing yang masih rendah, sehingga pustakawan merasa tidak   mampu menulis terutama jika harus merujuk pada literatur yang berbahasa asing.

Jika dikaji lebih dalam lagi, faktor-faktor pembatas seperti di atas selayaknya sudah dapat diatasi, asalkan ada kemauan dari Pustakawan untuk membuat tulisan yang berbobot dan berkualitas. Memang tidaklah gampang untuk membuat tulisan, tidak semudah membalikkan tepak tangan. Semuanya memerlukan proses dan latihan terus-menerus, rajin membaca dan sigap menangkap peluang.  Sebenarnya Pustakawan di setiap lini (Pustakawan terampil maupun Pustakawan Ahli), harus banyak bersyukur. Jika mau bercermin, sesungguhnya Pustakawan sangat beruntung bekerja di tempat sumber informasi. Informasi apa saja bisa didapatkan asalkan ada kemauan. Ibarat pepatah, dimana ada kemauan di situ pasti ada jalan. Pustakawan telah berada di pusat/sumber informasi, seyogyanya mampu membaca, mengolah, menganalisis informasi yang ada dan menuangkannya ke dalam suatu tulisan. Seyogyanya tidak ada lagi alasan yang tercetus, bahwa menulis itu sulit, informasi masih terbatas, sumber rujukan tidak lengkap, atau berbagai alasan lainnya yang menghambat pustakawan untuk berkarya dalam tulisan. Ditengah-tengah limpahan informasi yang dapat diakses secara manual maupun elektronik, seyogyanya Pustakawan mampu membuat tulisan berdasarkan fakta dan data yang tersedia. Tidak adalagi alasan bagi Pustakawan merasa tidak mampu membuat tulisan. Ibarat pepatah tikus mati di lumbung padi. Jangan sampai hal itu terjadi kepada Pustakawan.  Di tengah hamparan informasi namun tidak bisa berkreasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah-langkah strategis, dan objektif dan faktual, agar motivasi Pustakawan untuk membuat tulisan, dapat dibangkitkan kembali.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM-IPB), didapatkan hasil bahwa penelitian Ilmu Perpustakaan yang telah dilakukan di IPB, sejak tahun 1983 – 2007 hanya ada 5 judul (0.531%) yang telah didanai oleh DIKTI/OPF/DEPTAN. Hal ini terjadi karena berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Namun jika dikaji lebih dalam lagi, seyogyanya, Pustakawan IPB mampu menelorkan tulisan-tulisan yang berkualitas dan berbobot sesuai kompetensinya. Karena Perpustakaan adalah sumber informasi, dimana informasi apapun bisa didapat, digali, dianalisa dan dituangkan ke dalam sebuah tulisan yang bermanfaat bagi pengembangan Pustakawan khususnya dan bagi Perpustakaan umumnya.

Saran yang dapat diterapkan oleh Pustakawan agar mau berkarya dan menuangkan gagasan-gagasannya dalam sebuah tulisan  adalah sebagai berikut:

  • Memberikan motivasi kepada Pustakawan di semua jenjang agar gemar membaca dan membuat tulisan;
  • Memberikan pelatihan menulis kepada Pustakawan, tanpa membedakan pangkat dan jabatannya;
  • Memberikan apresiasi kepada Pustakawan yang rajin menulis;
  • Mengadakan lomba menulis, di tingkat institusi ataupun unit kerja dan mendorong Pustakawan untuk mengikuti lomba menulis skala nasional dan internasional;
  • Memberikan akses informasi seluas-luasnya untuk dikaji, dianalisa dan dituangkan ke dalam tulisan yang berbobot dan berkualitas;
  • Menerbitkan wadah yang dapat digunakan oleh Pustakawan menuangkan tulisannya seperti, Jurnal atau Bulettin dengan manajemen yang baik dan profesional;
  • Terus memantau kegiatan pengembangan profesi terutama menulis, dalam setiap laporan kegiatan yang dikumpulkan Pustakawan setiap tahunnya;
  • Mengadakan pertemuan reguler yang dapat dijadikan sarana untuk mendiskusikan hasil tulisan, baik yang bersifat ilmiah, semi ilmiah maupun populer.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Institut Pertanian Bogor (2002). Profil UPT Perpustakaan Institut Pertanian Bogor.
  2. Institut Pertanian Bogor (2004).  Perpustakaan IPB Memasuki Era Digital dan Virtual. IPB Press Bogor
  3. Institut Pertanian Bogor (2005). Perkembangan Perpustakaan di Indonesia. IPB Press Bogor
  4. Institut Pertanian Bogor (2009). Hasil Penelitian untuk tahun 1980 – 2008. Lembaga Penelitian dan pengabdian Masyarakat IPB
  5. 5. http://www.usu.ac.id. (2009). Modul Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi, diakses 16-12-2009
  6. Sulistyo Basuki (2009). Menumbuhkan Motivasi Menulis Bagi Pustakawan.  Visi Pustaka Vol.11 No.1 – April 2009 (majalah online, diakses 15-12-2009)
  7. http://www. id.wikipedia.org. Ilmu Perpustakaan, diakses tgl 16-12-2009

Tags: , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.