PERPUSTAKAAN DIGITAL UNTUK PERGURUAN TINGGI BERTARAF INTERNASIONAL

Ir Rita Komalasari

ritasyafei@ipb.ac.id

ABSTRAK

Perpustakaan sebagai aset vital dan trade mark suatu perguruan tinggi akan tumbuh kreatif dan mampu bersaing jika dihargai dan ditempatkan dalam wadah dan struktur strategis. Namun, permasalahan yang dihadapi oleh pengelola perpustakaan dalam upayanya membantu mewujudkan visi perguruan tinggi yaitu untuk mencapai taraf internasional, amatlah banyak.  Diperlukan strategi dan  kebijakan yang mampu bersaing dan mampu menjawab tantangan zaman.  Dalam tulisan ini diuraikan tentang  sejarah, definisi, kelebihan, kekurangan  perpustakaan digital,  permasalahan, solusi dan kaitannya dengan visi perguruan tinggi.

Pendahuluan

Perpustakaan adalah sarana yang sangat penting (vital) dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.  Perpustakaan dari masa ke masa mengalami perkembangan yang signifikan sesuai kemajuan zaman dan  kebutuhan penggunanya. Perpustakaan sebagai aset vital dan trade mark suatu perguruan tinggi akan tumbuh kreatif dan mampu bersaing jika dihargai dan ditempatkan dalam wadah dan struktur strategis.  Paradigma perpustakaan yang kini berkembang yaitu dari fisik ke maya, dari manual ke otomasi, dari monomedia ke multimedia, dari lokal ke global dan dari isolasi ke kolaborasi, memungkinkan perpustakaan untuk membantu mewujudkan visi perguruan tinggi mencapai taraf internasional. Saat ini perpustakaan digital makin kencang gaungnya, dan hampir semua perpustakaan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, lembaga pemerintah maupun swasta berlomba-lomba mengembangkan perpustakaan digital.  Mengapa semua ini terjadi? Karena arus globalisasi dan tingkat kebutuhan  masyarakat yang semakin tinggi dalam mengakses informasi.  Masyarakat semakin kritis dan ingin mengakses informasi secara cepat, tepat, akurat dan tentunya mudah. Solusinya dapat terpenuhi dengan mengkases informasi di Perpustakaan Digital.

Kelebihan Perpustakaan Digital

Perpustakaan digital memiliki banyak kelebihan dibandingkan perpustakaan tradisional. Dalam hal penyimpanan koleksi, perpustakaan tradisional dibatasi oleh ruang yang ada, sedangkan perpustakaan digital tidak terbatas pada ruang yang ada. Dalam hal penyimpanan koleksi, perpustakaan digital lebih menghemat ruangan, karena dapat menyimpan dokumen dalam jumlah yang sangat besar (contoh:  50 judul disertasi yang setara dengan 100 judul Tesis atau 500 judul artikel jurnal dalam bentuk digital dapat dikemas dalam 1 buah CD berkapasitas 650 MB).  Adapun kelebihan-kelebihan perpustakaan digital lainnya yaitu:

  • Tidak dibatasi ruang: setiap pengguna dapat mengakses perpustakaan digital tanpa harus datang ke perpustakaan, selama pengguna mempunyai koneksi  dengan internet;
  • Tidak dibatasi waktu: akses ke perpustakaan digital dapat dilakukan 24 jam dalam sehari, dapat diakses kapan saja, tanpa batas waktu, selama pengguna terhubung dengan internet;
  • Penggunaan informasi lebih efisien: informasi yang ada dapat diakses oleh pengguna secara bersamaan dalam waktu yang sama dengan jumlah orang yang banyak;
  • Pendekatan bersturktur:  pengguna dapat mencari informasi secara bersturktur, misalnya dimulai dari menelusur katalog on line , kemudian masuk ke full text, selanjutnya bisa mencari per bab bahkan per kata;
  • Lebih akurat: pengguna dapat menggunakan kata kunci dalam pencariannya. Kata kunci yang tepat, akan membantu pengguna mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai dengan kata kunci yang dicantumkannya;
  • Keaslian dokumen tetap terjamin: Selama proses digitalisasi menggunakan bentuk image/format PDF, keaslian dokumen akan tetap terjamin;
  • Jaringan perpustakaan yang lebih luas: kemudahan dalam melakukan kerjasama/link antar perpustakaan digital, dimana  ada kesepakatan antar pengelola perpustakaan untuk melakukan resource sharing melalui jaringan internet;
  • Secara teori, biaya pengadaan dan pemeliharaan koleksi  menjadi lebih murah

Sebenarnya jika dikaji lebih dalam masih banyak kelebihan-kelebihan perpustakaan digital, contohnya, pemesanan buku atau permintaan informasi dapat dilakukan di rumah, atau dimanapun, selama pengguna terhubung dengan internet, dengan demikian, pengguna dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya dalam pencarian informasi.

Kekurangan Perpustakaan Digital

Disamping memiliki banyak kelebihan, perpustakaan digital juga memilki kekurangan diantaranya:

  • Undang-Undang Hak cipta (Copy Right) : dalam hukum hak cipta masalah transfer dokumen lewat jaringan komputer belum didefinisikan dengan jelas, masalah ini masih jadi perdebatan dalam proses pengembangan perpustakaan digital;
  • Pengguna masih banyak yang lebih menyukai membaca teks tercetak daripada teks elektronik;
  • Proses digitasi dokumen, membutuhkan waktu yang cukup lama, dibutuhkan ketrampilan dan ketekunan dalam mengembangkan dan memelihara koleksi digital;
  • Jika terjadi pemadaman listrik, perpustakaan digital yang tidak mempunyai jenset, tidak dapat beroperasi.
  • Pengunjung perpustakaan menjadi berkurang. Jika semua pengguna mengakses perpustakaan digital dari rumah masing-masing ataupun dari warnet,  maka pengunjung perpustakaan akan berkurang karena dengan mengunjungi perpustakaan digital, pengguna tidak merasa perlu mengunjungi perpustakaan secara fisik, tapi dapat mengunjungi perpustakaan dengan cara on line.

Kekurangan dari perpustakaan digital merupakan konsekuensi logis, dari pergeseran paradigma yang kini berkembang di masyarakat.  Namun kekurangan-kekurangan yang ada harus disikapi dengan arif bijaksana.  Walaupun masih ada kekurangan dan kelemahan, namun perkembangan perpustakaan digital harus terus dilanjutkan, demi kemajuan bangsa dan pembelajaran masyarakat sepanjang hayat.

PERGURUAN TINGGI BERTARAF INTERNASIONAL

Perguruan tinggi tinggi di Indonesia kini berlomba-lomba meningkatkan kiprahnya, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di dunia internasional.   Political Will pemerintah untuk mengembangkan 10 – 20 World Class University sangatlah kuat. Sesungguhnya apa dan bagaimana sebuah perguruan tinggi dapat dikatakan bertaraf internasional? Sebagaimana sambutan rektor IPB pada upacara wisuda tahap III tahun akademik 2004/2005 di Graha Widya Wisuda, Bogor. ” Suatu perguruan tinggi dapat disebut bertaraf internasional setidaknya harus memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya adalah: 1) jumlah dosen yang bergelar doktor harus lebih dari 75%, 2) persentase mahasiswa pascasarjana harus sama dengan atau lebih besar dari 75% dari total mahasiswa di perguruan tinggi tersebut, 3) publikasi internasional yang diterbitkan oleh setiap staf pengajar per tahun minimal dua publikasi di jurnal terakreditasi secara internasional, 4) besarnya dana untuk kegiatan riset untuk setiap staf > USD 1300 per tahun, 5) jumlah mahasiswa asing di perguruan tinggi tersebut minimal 5%, 6) Koneksi internet minimal 15 Mb dengan koneksi Wifi.  Dengan kriteria tersebut maka jelas masih belum ada universitas di Indonesia yang dapat  masuk kelas dunia”. Disadari untuk menuju World Class University diperlukan penyesuaian regulasi yang kondusif, karena masih banyak kendala yang perlu diatasi bersama. Kerja keras dari berbagai fihak. kesungguhan dan perhatian pemerintah di bidang pendidikan juga sangat menentukan keberhasilan pencapaian visi tersebut. Sarana dan prasarana pendidikan harus dikelola dengan baik, salah satunya adalah pembentukan dan pengembangan perpustakaan digital.

Untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan kepuasan pengguna dalam mengakses informasi salah satu solusinya adalah dengan membangun, menciptakan dan mengembangkan perpustakaan digital.  Merujuk dari tujuan dan kelebihan perpustakaan digital, saat ini telah mulai banyak dikembangkan perpustakaan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, lembaga-lembaga pemerintahan maupun swasta  dalam dan luar negeri yang membangun dan mengembangkan perpustakaan digital.  Untuk mengoptimalkan eksistensi dari perpustakaan digital, perlu dilakukan kerjasama antara perpustakaan digital. Perpustakaan digital selayaknya bergabung, dan sebaiknya tidak jalan sendiri-sendiri. Dengan begitu, akan terbentuk jaringan yang solid dan dapat diakses oleh sebanyak-banyaknya pengguna informasi.  Pemenuhan kebutuhan dan tuntutan itu dapat terlaksana secara optimal bila dilakukan melalui kerjasama antar perpustakaan, pusat informasi dan/atau dokumentasi. Tentu saja, kerjasama itu perlu disusun berdasarkan prinsip saling menolong, saling membutuhkan, dan saling memanfaatkan dalam mekanisme kerja yang jelas, transparan, dan sinergis dalam kesejajaran peran. Kerjasama tersebut akan menghasilkan Jaringan Informasi. Gabungan jaringan perpustakaan digital akan mampu membentuk jaringan perpustakaan mencakup berbagai disiplin  ilmu yang lengkap dan komprehensif di Indonesia. Dengan hadirnya perpustakaan digital yang mampu membentuk Jaringan Informasi maka diharapkan berbagai persoalan bangsa yang dihadapi bisa ditangani. Pengelolaan perpustakaan oleh SDM yang berkualitas, profesional, jujur dan berdedikasi tinggi diharapkan dapat membawa bangsa ini keluar dari berbagai lilitan masalah.   Berbagai Upaya perlu dilakukan untuk menarik perhatian pemerintah dalam upaya pengembangan perpustakaan digital ini, dengan cara meluncurkan produk-produk dokumen dalam bentuk digital/elektronik, mempromosikan kelebihan dan keunggulan perpustakaan digital, serta membuktikan kepada pemerintah ataupun pengelola pendidikan bahwa perpustakaan digital mampu menghadapi dan menjawab solusi bangsa ini di bidang informasi. Di lingkup perguruan tinggi, para dosen dan mahasiswa dapat dengan mudah dan cepat mencari informasi.  Hal ini jelas terkait dengan peran perpustakaan dalam menunjang tri dharma perguruan tinggi.  Dengan informasi yang lengkap dan akurat, hasil-hasil penelitian dosen dan mahasiswa dapat dituangkan menjadi tulisan yang berbobot, berkualitas, dan  dapat dipublikasikan di jurnal internasional. Dengan dukungan dana dari pemerintah dan birokrasi yang tidak berbelit-belit, para dosen, dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi (S2 dan S3). Jika para dosen, banyak yang meraih gelar doktor, hingga mencapai angka 75% dari total staf pengajar, dan peserta program pasca sarjana sudah mencapai angka 75% dari populasi mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi tersebut, tentunya visi perguruan tinggi dalam mencapai taraf internasional akan terealisasi.  Dengan dukungan informasi yang akurat yang dilayankan dan diseminasikan dari perpustakaan digital, maka dinamika pendidikan, pengajaran dan penelitian dari sivitas akademika menjadi lebih baik.  Target dan program perguruan tinggi dalam pencapaian visinya akan menjadi lebih mudah.   Dengan mengembangkan perpustakaan digital akan menjadi daya tarik bagi mahasiswa baik dari dalam maupun luar negeri.  Program pertukaran mahasiswa lokal dan asing akan semakin semarak. Keunggulan dan kelebihan perpustakaan digital mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa asing untuk belajar di perguruan tinggi di Indonesia.   Terlebih lagi jika perpustakaan digital yang ada di Indonesia melakukan resource sharing, membentuk jaringan informasi yang solid, maka dapat dipastikan political will pemerintah, mentargetkan 10 – 20 Perguruan Tinggi bertaraf internasional akan tercapai.

RUJUKAN

Becoming a digital Library. Ed. By Susan J. Barnes. New York: Marcel Dekker. 2004

http://ms.wikipedia.org/wiki/Perpustakaan_digital, diakses tgl 21 Maret 2006

http://www.indonesiadln.org/wiki/index.php/Digital_library. Purtini, Winny. Digital Library, diakses tgl 21 Maret 2006

http://www.ipb.ac.id. Sambutan rektor IPB. Diakses tgl 23 maert 2006.

http://www.pustakabersama.net/. Perpustakaan Digital. Diakses 21 Maret 2006

Komalasari, Rita.    Digitalisasi di Perpustakaan IPB. dalam Dinamika Perpustakaan IPB menuju Universitas Riset.  Bogor: IPB Press.  2004.

Mismail, Budiono. Dasar-dasar Rangkaian Logika Digital.  Bandung: Penerbit ITB. 1998.

Persiapan Menuju Internasionalisasi IPB.  Pariwara Berita IPB minggu ini.  Edisi 88, Maret 2006.

Tags: ,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.